Pubertas Sebelum Waktunya.
Pubertas Sebelum Waktunya.

Sianyland.com, Pubertas sebelum waktunya atau biasa yang dikenal dengan pubertas dini bukanlah hal yang baru untuk anak sehingga tidak perlu khawatir akan ada apa dan mengapa bisa terjadi pubertas dini.

Pubertas adalah sewaktu ketika tubuh-anak-anak mulai bertambah dewasa secara seksual dan organ reproduksi dapat berfungsi dengan baik. Pubertas yang dialami anak perempuan biasanya lebih awal dari biasanya yaitu ketika payudara mereka mulai tumbuh pada usia 8 hingga 10 tahun lebih.

Pubertas Sebelum Waktunya.
Pubertas Sebelum Waktunya.

Untuk anak laki-laki, pubertas dini yang dari biasanya yaitu ketika mereka memiliki perkembangan testis yang membesar saat antara usia 9 dan 12 tahun lebih. Pria mengalami pubertas yang terjadi karena adanya pelepasan pada hormon testosteron yang menyebabkan perubahan pada ukuran penis, suara menjadi besar, dan muncul rambut pada kemaluan pada jenggot dan kumis.

Sedangkan wanita mengalami pubertas yang dapat terjadi karena adanya pelepasan estradiol yang produksi oleh ovarium dengan mulai ditandai dengan menstruasi dan meningkatnya ukuran pinggul dan payudara.

Pubertas Sebelum Waktunya.
Pubertas Sebelum Waktunya.

Terdapat beberapa faktor anak dapat mengalami pubertas sebelum waktunya, mari kita simak faktor-faktornya berikut ini

Gender
Apabila dibandingkan dengan anak laki-laki, anak perempuan biasanya 10 kali lebih cepat mengalami pubertas bahkan saat masih berumur 10 tahun pun sudah bisa haid dan mengalami perubahan pada bentuk tubuh.

Stress dan Depresi

Apabila anak merasa stress dan depresi secara emosional dan fisiknya dapat membuat mereka mengalami pubertas sebelum waktunya yaitu 1 hingga 2 tahun lebih awal sebelum waktunya.

Genetik

Apabila orang tua atau kerabat memiliki atau mengalami pubertas dini, maka dapat menurun kepada anak sehingga anak mempunyai peluang untuk hal yang sama.

Paparan dari bahan kimia

Paparan dari bahan kimia yang berada di lingkungan sekitar juga dapat menjadi faktor pendukung terhadap pubertas dini pada anak.
Namun hal ini masih membutuhkan penelitian secara lanjut.

Pubertas sebelum waktunya pada anak perempuan mempunyai resiko lebih tinggi dibandingkan denga anak laki-laki seperti depresi dan terkadang memiliki perubahan suasana hati yang spontan diantara teman-temannya. Sedangkan, anak laki-laki menjadi bersikap lebih agresif. Hal seperti pubertas dini inilah yang dapat membuat anak menjadi sulit berkonsentrasi saat belajar di sekolah.

Untuk membantu mengatasi dan meringankan hal yang terdapat pada pubertas sebelum waktunya peran orang tua sangatlah penting sebagai penentu tumbuh dan berkembangnya anak. Terutama saat masa pubertas ialah masanya anak membutuhkan bimbingan dan ajaran dari orang tua.

Cara yang dapat para orang tua bisa lakukan untuk menyikapi pubertas dini yang dialami anak adalah pertama orang tua dapat memberikan penjelasan ataupun informasi dengan menjelaskan secara sederhana dan bersifat positif kepada anak bahwa pubertas adalah hal yang lumrah dan normal.

Ketika berbicara mengenai pubertas dini usahakan memberikan pemahaman yang positif agar anak mengerti dan memakluminya. Memberikan informasi mengenai pubertas tersebut dapat Anda beritahu melalui cerita atau seperti konsultasi dengan anak.

Kalau misalnya anak merasa malu dan tidak ingin membicarakan secara mendalam maka berikanlah buku berisi informasi tentang pubertas dini tersebut.

Bisa juga untuk mengajak anak ke dokter untuk melakukan konsultasi sehingga anak menjadi lebih mengerti dan sebagai orang tua juga menjadi lebih paham dan mendapatkan informasi tambahan mengenai pubertas sebelum waktunya serta bagaimana cara menanganinya dengan sesuai. Sebagai orang tua perlu juga memberikan dukungan kepada anak yang sedang mengalami pubertas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here