Model Pengelolaan Asuransi Syariah Berbasis Wakaf

0
55
jenis jenis wakaf

Asuransi ada dua jenisnya, yaitu asuransi keluarga (asuransi jiwa) dan asuransi umum. Sama halnya dengan asuransi syariah yang juga sampir mirip. Dari segi pembagian jenis asuransi ini, ada kesamaan dengan jenis wakaf yang juga terdiri dari wakaf keluarga dan wakaf umum.

Tujuan keduanya juga sejalan, yaitu sama-sama untuk membantu dan menolong dalam meringankan beban antar sesama dan kesejahteraan bersama. Meskipun mereka dari beberapa segi sama, tetapi jelas keduanya adalah dua hal yang berbeda.

Namun, dari kemiripan tersebut, bisa menjadi jalan untuk penggabungan keduanya. Sehingga sistem wakaf bisa bergabung dalam instrumen asuransi.

Asuransi syariah, lebih spesifiknya, dapat berperan mengelola dan menerima wakaf uang. Sebab menurut ajaran Islam, wakaf dalam bentuk uang hukumnya boleh (jawaz).  Pemerintah juga sudah mengatur mekanisme wakaf berupa uang ini. Dalam Undang-Undang No. 41 tahun 2004, penerimaan dan pengelolaan wakaf uang diintegrasikan dengan Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Hal ini karena wakaf uang tidak boleh langsung diserahkan kepada nazhir, melainkan harus melalui LKS, yang disebut sebagai LKS Penerima Wakaf Uang (PWU).

Fatwa MUI juga sudah dikeluarkan untuk memperkuat dan mengatur lebih rinci mengenai wakaf manfaat asuransi dan manfaat investasi asuransi syariah.

Model pengelolaan Wakaf Asuransi Syariah

macam macam wakaf asuransi syariah

Secara umum, ada dua model pengelolaan asuransi syariah berbasis wakaf ini, yaitu model tabungan (saving) dan bukan tabungan (non saving).

  • Pengelolaan dengan model tabungan ini secara teknisnya akan dimasukkan dalam dua jenis rekening yang berbeda, yaitu rekening tabungan dan tabarru’.

Dana wakaf yang masuk ke rekening tabungan tidak boleh dikembalikan atau diberikan kepada wakif karena sudah diwakafkan Begitu juga dengan hasil investasinya, harus diberikan kepada yang sudah ditunjuk sesuai keinginan wakif.

Sedangkan dana yang dimasukkan dalam rekening tabarru’ tidak boleh langsung dipergunakan tetapi juga harus diinvestasikan terlebih dahulu. Hasil investasi itulah yang bisa digunakan untuk dana klaim dan juga biaya operasional bagi perusahaan asuransi syariah selaku nazhir.

Dana wakaf dalam dua rekening tersebut tidak boleh berkurang nilai nominalnya sedikitpun karena salah satu sifat karakteristik wakaf adalah abadi.

  • Pengelolaan wakaf model asuransi syariah bukan tabungan (non saving), seperti namanya, tidak ada unsur saving. Dana hanya dikelola dalam satu rekening tabarru’ saja. Lalu diinvestasikan terlebih dahulu dan hasil investasinya yang dipergunakan sebagai dana klaim untuk menolong sesama peserta dan juga biaya operasional nazhir. Dana wakaf ini harus diinvestasikan pada proyek-proyek produktif yang sesuai dengan syariah.

Ketika membayar premi dari kedua model wakaf asuransi syariah tersebut, otomatis peserta sudah berwakaf. Sehingga peserta tidak hanya mendapatkan manfaat dunyawi tetapi juga ukhrawi.

Keuntungan dunyawi dengan wakaf melalui asuransi syariah ini, dana yang diwakafkan tersebut bisa menjadi dana tolong menolong bagi kebaikan sesama yang akan menimbulkan kesejahteraan hidup di dunia. Sedangkan dari sisi ukhrawi, wakif yang memberikan wakaf tentu saja akan mendapatkan pahala yang tidak terputus sama halnya seperti sedekah jariyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here